Jambi, Tengganai.id – Sanggar tari Sekintang Dayo berhasil menyabet gelar juara satu dalam kegiatan festival tari “telusur tanah berjejak”, yang diselenggarakan UPTD Taman Budaya Jambi (TBJ) dari tanggal 24 – 25 Agustus 2022.
Menurut ketua dewan juri tari, Dian Anggraini, terpilihnya sanggar Sekintang Dayo selaku juara dalam festival tari karena sanggar tersebut menyajikan penampilan tari yang memukau dan sesuai dengan petunjuk teknis yang sudah ditetapkan panitia. Selain itu, komposisi koreografi, ruang tari, kostum dan musik pendukung juga memperkuat penilaian tersebut.
“Peserta festival tari kali ini bagus semua, dan memiliki keunggulan yang luar biasa dan kami dewan juri harus memilih dan berdiskusi secara profesional dan objektif terkait nama-nama pemenang lomba,” ujar koreografer asal Lampung ini.
Secara terpisah, Kepala TBJ, Eri Argawan, menuturkan, festival ini dilaksanakan Pemerintah provinsi Jambi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan operasionalnya dilaksanakan UPTD Taman Budaya Jambi dengan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dirjen Kebudayaan dalam bingkai Dana Alokasi Khusus (DAK).
Ia menjelaskan, dalam suatu daerah, upacara adat dianggap suatu manifestasi ritual adat yang begitu penting yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Upacara adat adalah segala aktivitas penduduk lokal yang dimana sifatnya menjadi suatu kebutuhan dan sebagai bentuk acara perayaan. Beberapa ahli juga menjelaskan tentang upacara adat, salah satunya yaitu Koentjaraningrat yang menjelaskan bahwa upacara adat adalah segala kegiatan yang dilaksanakan secara Bersama-sama oleh masyarakat dalam suatu komunitas yang dianggap sebagai bentuk kebangkitan dalam diri masyarakat.
“Banyak ragam yang dikatakan sebagai upacara adat, seperti upacara perkawinan, upacara kematian, upacara pengukuhan dan sebagainya. Menurut pendapat tokoh lain seperti Suryono, menjelaskan bahwa kebiasaan yang bersifat magis religious dalam kehidupan suatu penduduk asli meliputi kebudayaan, norma, dan aturan-aturan yang saling berkaitan dan dianggap menjadi suatu sistem adat pengaturan tradisional merupakan pengertian dari adat,” urai Eri Argawan, pada Kamis (25/08/2022).
Diakhir wawancara Eri meminta agar para pemenang tidak berpuas diri dan tidak jumawa. Lebih dari itu, ia berharap agar semua peserta tetap berproses, melakukan kerja-kerja kesenian yang kontinyu. Eri menyebut bahwa TBJ selalu siap untuk memfasilitasi para seniman yang ingin berproses dalam dunia kesenian. (Gun)








Discussion about this post