TENGGANAI.CO.ID, JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menilai lemahnya koordinasi antara Bapperinda dan DPRD menjadi salah satu penyebab tidak maksimalnya pembahasan program pembangunan daerah. Hal itu disampaikan saat forum Musrenbang RKPD 2027 berlangsung di Aula Griya Mayang.
Dalam forum tersebut, Faried menyampaikan bahwa DPRD sering menerima informasi pengusulan program dalam waktu yang terlalu sempit. Akibatnya, pembahasan program yang seharusnya dilakukan secara mendalam justru berlangsung terburu-buru.
Ia mengatakan keterlambatan jadwal tersebut membuat fungsi pengawasan DPRD menjadi tidak maksimal. Padahal DPRD memiliki tanggung jawab memastikan setiap program benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Faried menilai pola kerja seperti itu tidak boleh terus dipertahankan karena akan berdampak terhadap kualitas pembangunan daerah dalam jangka panjang.
“Penjadwalan pengusulan ini sering terlambat. Seharusnya informasi itu disampaikan jauh hari agar pembahasan lebih berkualitas,” katanya.
Menurutnya, perencanaan pembangunan membutuhkan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan legislatif.
Tanpa koordinasi yang jelas, banyak program berpotensi tidak tepat sasaran.Ia juga menyoroti masih minimnya akomodasi terhadap aspirasi DPRD dalam penyusunan program pembangunan.
Padahal, seluruh masukan yang disampaikan anggota dewan berasal dari kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Sering kali atensi dari DPRD tidak diakomodir, padahal kami membawa aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Faried berharap ke depan ada perubahan pola kerja yang lebih terbuka dan profesional agar proses perencanaan pembangunan Kota Jambi berjalan lebih efektif serta benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.(*)






Discussion about this post