TENGGANAI.CO.ID, JAMBI – Persoalan belum difungsikannya SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 13 di kawasan Sekoja mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Jambi. Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menilai lambannya operasional sekolah justru memicu persoalan baru berupa pencurian fasilitas bangunan.
Bangunan yang berdiri megah itu diketahui masih kosong meskipun proses pembangunan telah selesai dilakukan. Situasi tersebut membuat fasilitas sekolah rentan menjadi sasaran pelaku kriminal karena minim aktivitas dan pengawasan.
Dalam kunjungannya ke lokasi, DPRD menemukan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat aksi pencurian. Beberapa fasilitas yang sebelumnya hilang memang sudah diganti, namun kondisi itu tetap menjadi catatan serius bagi legislatif.
Kemas Faried mengatakan percepatan pemanfaatan gedung menjadi solusi penting agar bangunan tidak lagi terbengkalai. Menurutnya, keberadaan sekolah baru seharusnya segera dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat di kawasan Seberang Kota Jambi.
“Kalau terlalu lama kosong, risikonya akan terus muncul. Ini harus segera dimanfaatkan,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah daerah memastikan seluruh kesiapan administratif maupun teknis segera dituntaskan. DPRD tidak ingin proyek yang telah menelan anggaran besar justru kehilangan fungsi akibat lambatnya pengambilan keputusan.
Selain itu, DPRD menilai keberadaan sekolah baru sangat penting untuk mengurangi kepadatan siswa di sekolah lain. Dengan operasional yang lebih cepat, masyarakat dapat segera merasakan manfaat pembangunan tersebut.
DPRD Kota Jambi memastikan akan terus mengawal persoalan itu hingga sekolah benar-benar beroperasi. Legislator menilai pendidikan merupakan sektor strategis yang tidak boleh terhambat akibat lemahnya koordinasi dan pengawasan aset daerah.(*)




Discussion about this post